Proses Munculnya Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha


Agama dan kebudayaan Hindu semula berkembang di India sekitar 1.500 SM serta dikembangkan oleh bangsa Arya (pendatang dari Asia Tengah) dan Dravida (penduduk asli India). Agam Buddha kali pertama dikembangkan oleh Sidharta Gautama, putra Raja Sudhodana, dari suku Sakya yang memerintah Kerajaan Kosala sekitar abad ke-6 SM.

1. Agama Hindu dan Kebudayaannya 

      Agama Hindu merupakan perpaduan (sinkretisme) antara kepercayaan bangsa Arya dan Dravida. Bangsa Arya datang dari Asia Tengah ke Lembanh Sungai Indus (Sindu) melalui celah Kaibar, di Pegunungan Hindu Kush. Bangsa Arya memiliki kepercayaan terhadap banyak dewa (politeisme), begitu juga dengan bangsa Dravida yang telah memiliki kepercayaan sendiri.

a. Dewa yang diyakini dalam agama Hindu  
     Beberapa dewa yang diyakini umat Hindu dan berkaitan erat dengan kekuatan alam, yaitu Agni (dewa api), Baruna (dewa laut), Bayu (dewa angin), Indra (dewa perang), Surya (dewa matahari), dan Candra (dewa bulan). Selain itu, umat Hindu juga mengenal kesatuan dari tiga dewa utama (trimurti), yaitu Brahma (dewa pencipta alam semesta), Wisnu (dewa pemelihara alam semesta), dan Siwa (dewa perusak).

b. Kitab-Kitab suci dalam agama Hindu
     Ajaran atau pandangan hidup umat Hindu salah satunya bersumber dari kita Weda (dipandang sebagai kitab tertua) yang memuat ajaran tertinggi.
     Di samping kitab-kitab Weda Samhita, terdapat pula kitab-kitab Brahmana dan Upanisad. Kitab-Kitab Brahmana adalah kitab-kitab suci yang disusun oleh para pendeta, yang menguraikan dan menjelaskan hal-hal tentang sesaji dan upacara. Isi kitab-kitab Upanisad adalah ajaran tentang ketuhanan dan makna hidup agar manusia dapat melepaskan diri dari samsara (penderitaan) dan kemudian dapat mencapai moksa (kebahagiaan abadi).

c. Ajaran yang dikembangkan agama Hindu     Agama Hindu mengajarkan bahwa dalam kehidupan di dunia, manusia berada dalam keadaan samsara (purnabawa) sebagai akibat dari perbuatannya pada masa sebelumnya (karma).

d. Kehidupan Masyarakat Hindu
     Masyarakat Hindu dibedakan atas empat kasta atau kelas (disebut Catur Warna). Di samping kasta, masih terdapat kelompok masyarakat yang disebut Paria atau Varia (gelandangan dan orang-orang yang berbuat kejahatan atau merugikan). Keluarga Hindu sering melakukan upacara sesaji (sesuai kitab tuntuna/Kalpasutra) setiap hari untuk keselamatan para anggota keluarga, termasuk arwah yang sudah meninggal.

2. Agama Buddha dan Kebudayaannya    Agama Buddha berasal dari India dan diajarkan oleh Sidharta Gautama yang diyakini telah mencapai "bodhi" (sebutan seseorang yang telah mendapat wahyu). Pada tahun 531 SM, saat tiba di Desa Bodh Gaya Waisakha malam purnama atau sekitar bulan April-Mei, Sidharta memperoleh wahyu (semacam penerangan atau kesadaran hidup) yang sempurna dan menjadi Sidharta Gautama Sang Buddha, artinya "yang disinari"

a. Kitab Suci Agama Buddha
    Ajaran Buddha berpedoman pada kitab suci yang disebut Tripitaka (tiga keranjang). Tripitaka terdiri atas tiga himpunan berikut.
1) Kitab Vinayapitaka
2) Kitab Sutrantapitaka
3) Kitab Abdidharmapitaka


b. Ajaran yang dikembangkan Agama Buddha
 
    Pokok-pokok ajaran Buddha adalah bagaimana melenyapkan karma, memutuskan lingkaran samsara, dan mencapai nirwana. Landasan ajaran Buddha merupaka suatu keyakinan bahwa hidup adalah penderitaan atau sengsara. Manusia yang telah mati akan lahir berkali-kali (reinkarnasi).

c. Perkembangan agama Buddha     Pada awal abad masehi, setelah Raja Asoka di Kerajaan India wafat, agama Buddha terpecah menjadi dua aliran besar, yakni aliran yang disebut Hinayana dan aliran Mahayana.
1)  Hinayana (kendaraan kecil). Aliran Hinayana memiliki pandangan sesuai dengan ajaran Sang Buddha, yakni setiap orang wajib berusaha sendiri untuk mencapai nirwana. Pengikut aliran ini banyak terdapat di Thailand dan Myanmar.
2) Mahayana (kendaraan besar). Aliran Mahayana memiliki pandangan bahwa sebaiknya manusia berusaha secara bersama untuk mencapai nirwana, atau jika seseorang telah mampu mencapai nirwana hendaklah membantu orang lain yang masih dalam kegelapan hingga dapat mencapai nirwana, atau seseorang dapat mencapai nirwana dengan pertolongan bodhisatwa. Pengikut aliran ini banyak terdapat di Jepang, RRC, dan Indonesia.

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Proses Munculnya Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha"