Bermacam-macam Termometer Sehari-hari


            Dalam kehidupan sehari-hari terdapat berbagai macam termometer yang digunakan keperluan yang berbeda-beda.

1. Termometer Zat Cair        Termometer zat cair merupakan termometer yang menggunakan zat cair sebagai pengisi pipa kapiler dengan prinsip perubahan volumenya yang digunakan untuk menentukan besar skalanya. Zat cair yang digunakan adalah alkohol atau raksa. Termometer yang menggunakan raksa sebagai pengisi pipa disebut termometer raksa. Sedangkan termometer yang menggunakan alkohol sebagai pengisi pipanya disebut termometer alkohol. Mengapa zat cair yang digunakan untuk mengisi pipa termometer zat cair adalah raksa atau alkohol?

a. Termometer Raksa
 
     Raksa dalam pipa akan memuai jika dipanaskan, sehinggan mendorong cairan raksa yang ada dalam pentolan untuk keluar. Raksa memiliki kelebihan, yaitu pemuain yang kecil saja akan menimbulkan perubahan volume yang besar pada panjang kolom raksa. Oleh karena itu, termometer dibuat dengan karakteristik sebagai berikut.
1) Pipa kapiler agar termometer peka terhadap perubahan volume saat termometer terkena panas.
2) Pentolan termometer terbuat dari kaca yang tipis agar kalor segara dapat dihantarkan secara konduksi dari pentolan ke cairan yang ada di dalamnya.
3) Pipa termometer dibungkus dengan tangkai kaca yang berfungsi sebagai kaca pembesar.

Keunggulan Raksa
   Raksa digunakan sebagai pengisi pipa termometer karena memiliki keunggulan sebagai berikut:
1) pemuain raksa teratur.
2) mudah dilihat karena mengilap.
3) tidak membasahi dinding kaca ketika memuai atau menyusut.
4) jangakuan suhunya cukup besar, karena raksa membeku pada suhu - 40*C dan mendidih pada suhu 350*C.
5) raksa akan menunjukkan suhu secara cepat dan tepat, karena raksa dapat terpanasi secara merata.

Kelemahan Raksa
     
Selain memiliki keunggulan, raksa juga memiliki kelemahan, antara lain:
1) harganya mahal.
2) raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur  suhu rendah, karena raksa akan membeku pada suhu -40*C, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu di daerah kutub.
3) raksa adalah zat yang berbahaya (sering disebut air keras), sehingga berbahaya jika tabungnya pecah.

b. Termometer Alkohol
 
     Selain raksa, alkohol juga dapat digunakan untuk mengisi pipa termometer. Walaupun demikian, penggunaan alkohol sebagai bahan pengisi tabung termometer dalam penggunaan sehari-hari, tidak sebanyak raksa.

Keunggulan Alkohol
      
Alkohol digunakan untuk mengisi pipa termometer karena alkohol memiliki keunggula, antara lain:
1) harganya murah
2) alkohol mudah memuai dengan kenaikan suhu yang kecil akan menimbulkan perubahan volume yang besar.
3) alkohol dapat mengukur suhu yang sangat rendah karena alkohol membeku pada suhu -112*C, sehingga dapat digunakan untuk mengukur suhu di dalam kutub.

Kelemahan Alkohol
    Selain memiliki keunggulan, alkohol juga memiliki kelemahan, antara lain:
1) alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang tinggi karena alkohol mendidih pada suhu 78*C sehingga pemakainnya terbatas. Alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu air mendidih.
2) alkohol membasahi dinding kaca.
3) alkohol tidak berwarna, sehingga harus diberi warna agar mudah terlihat.

      Mengapa termometer zat cair tidak menggunakan air sebagai pengisi pipa termometer? Air tidak digunakan untuk pengisi pipa termometer, Karena.
1) air membasahi dinding kaca sehingga meninggalkan titik air pada kaca.
2) air tidak berwarna sehingga menyulitkan pembacaan pada skala.
3) jangkauan ukurnya sangat terbatas, yaitu hanya 0*C sampai 100*C karena air membeku pada suhu 0*C dan mendidih pada suhu 100*C
4) perubahan volume air sangat kecil saat suhunya dinaikkan.
5) air merupakan penghantar yang buruk sehingga hasil bacaan kurang teliti.

c. Termometer yang digunakan sehari-hari
 
    Termometer yang sering digunakan sehari-hari antara lain:
1) Termometer klinis (termometer suhu badan)
     Termometer klinis (termometer suhu badan), yaitu termometer yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Biasanya dipakai oleh dokter, perawat, atau keluarga.
        Termometer klinis memiliki skala dari 35C sampai dengan 42C, karena suhu badan manusia hanya berkisar pada suhu tersebut.
2) Termometer Dinding
     Termometer dinding digunakan mengukur suhu ruang. Termometer dinding biasanya di tempel di dinding. Termometer ini menggunakan raksa sebagai bahan pengisinya.
3) Termometer maksimum dan minimum
     Termometer maksimum dan minimum biasanya digunakan untuk mengukur suhu terendah dan tertinggi pada rumah kaca.
        Termometer ini ditemukan oleh James Six dan Bellani pada akhir abad 18 sehingga disebut juga termometer maksimum dan minimum Six-Bellani. Termometer ini terdiri dari sebuah tabung silinder A, tabung B, dan pipa U.

2. Termometer Gas
 
        Termometer gas memiliki kelebihan dibandingkan termometer cairan. karema gas memuai lebih besar daripada cairan sehingga jangkauan termometer gas lebih besar daripada termometer cairan. Jangkauan termometer gas dari -250C sampai 1.500C.

3. Termometer Platina
 
     Prinsip kerja termometer platina adalah jika suhu naik, hambatan listrik platina naik. Hambatan listrik ini akan diukur dengan teliti oleh sebuah rangkaian jembatan. Keuntungan termometer ini, selain teliti, juga sangat peka dan jangkauannya sangat besar, yaitu dari -250C sampai 1.500C.

4. Termometer Bimetal
     
Termometer bimetal mengandung dua keping platina yang berbentuk spiral. Prinsip kerja termometer bimetal adalah semakin tinggi suhu, keping bimetal akan melengkung untuk menunjukkan suhu yang lebih besar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bermacam-macam Termometer Sehari-hari"

Post a Comment