Proses Perkembangan Agama Hindu-Buddha di Indonesia


Hubungan bangsa Indonesia dengan bangsa asing dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah letak geogratfis wilayah Indonesia yang strategis, sehingga menjadi jalur perdagangan (darat atau laut) antara kawasan Asia Timur (khususnya Cina) sampai beberapa negeri di kawasan Asia Selatan seperti India hingga kawasan Asia Barat.
     Akan tetapi, pada perkembangan perdagangan selanjutnya, para pedagang lebih memilih jalur laut, karena tidak begitu banyak gangguan keamanan (akibat manusia atau alam) dibandingkan jalur darat. Kondisi tersebut menyebabkan semakin ramainya jalur perdagangan melalui laut, sehingga beberapa daerah pantai di Pulau Sumatera dan sekitarnya berkembang menjadi banda atau pelabuhan yang merupakan tempat bersinggah para pedagang asing sambil berdagang.
    Bangsa asing yang datang ke Indonesia semakin banyak, ada yang datang untuk berdagang maupung menetap karena menikah dengan penduduk setempat. Eratnya hubungan antara para pendatang dengan penduduk setempat menimbulkan pertukaran kebudayaan. Menurut para ahli sejarah, ada empat teori proses masuknya kebudayaan Hindu dan Buddha dari India ke Indonesia. Berikut dijelaskan keempat teori tersebut.

a. Teori Brahmana       Teori Brahmana ditulis oleh Van Leur dan dijelaskan bahwa penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia dilakukan oleh para pendeta.

b. Teori Ksatria       Teori Ksatria ditulis oleh beberapa ahli dari India, seperti Majumdar dan dijelaskan bahwa peyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia dilakukan oleh para ksatria yang berhasil menguasai wilayah Indonesia.

c. Teori Waisya
      Teori Waisya ditulis oleh  N.J, Krom  dan dijelaskan bahwa penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia dilakukan oleh para pedagang dari India.

d. Teori Arus Balik
 
      Teori Arus Balik ditulis oleh George Coedes dan Bosch yang menjelaskan bahwa penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia dilakukan oleh orang-orang Indonesia sendiri yang belajar agama Hindu-Buddha.

Subscribe to receive free email updates:

13 Responses to "Proses Perkembangan Agama Hindu-Buddha di Indonesia"