Aplikasi Hukum Newton



1. Gaya Gesek

Untuk mendorong sebuah benda pada permukaan kasar, Anda memerlukan gaya yang cukup besar karena ada hambatan dari permukaan tersebut. Gaya hambat pada permukaan tersebut dinamakan gaya gesek. Apakah setiap permukaan memiliki gaya gesek?
        Jika Anda perhatikan suatu permukaan yang halus, Anda akan melihat bahwa sebetulnya permukaan tersebut tidak benar-benar rata tetapi seperti bukit-bukit dan lembah-lembah yang sangat kecil. Lembah dan bukit itulah yang memberikan gaya gesek ketika benda bergerak di permukaannya.
         Tingkat kekasaran suatu permukaan sangat memengaruhi gaya geek suatu benda. Makin kasar suatu permukaan, makin besar gaya yang dialami benda. Di dalam Fisik, tingkat kekasaran suatu benda dinyatakan dengan koefisien gesekan. Akan dipelajari dua macam gesekan, yaitu koefisien gesekan kinetik dan koefisien statik.

a. Gesekan Statis
 
Gesekan statis terjadi apabila dua permukaan bersentuhan. gaya gesekan statis terjadi ketika benda masih dalam keadaan diam. Kekasaran permukaan juga sangat memengaruhi besarnya gaya gesek statis. Tingkat kekasaran permukaan benda yang menghambat gaya gesek statis dinyatakan dengan U.
       Pada kenyataannya, dua permukaan yang bersentuhan selalu memiliki gaya gesek statis yang lebih besar dibanding gaya gesek kinetisnya.

b. Gesekan Kinetik
 
Gesekan kinetik terjadi ketika benda bergerak di atas suatu permukaan. Gesekan kinetis dipengaruhi oleh koefisien gesekan kinetis, yang dilambangkan dengan simbol u dan berlawanan arah terhadap arah pergerakan benda. Selain itu, gesekan dipengaruhi oleh gaya normal yang dimiliki oleh benda yang bergerak.

2. Gaya Sentripetal
 
Pada Artikel ini, Anda telah mempelajari gerak melingkar. Pada gerak melingkar berarturan, benda yang bergerak dengan jari-jari r dan kelajuan konstan v memiliki percepatan sentripetal yang arahnya ke pusat lingkaran
          Percepatan sentripetal timbul karena adanya gaya sentripetal yang arahnya sama ke pusat lingkaran. Jika benda yang bergerak melingkar memiliki massa m, besar gaya sentripetal dapat dihitung dengan persamaan berikut.

F8 = gaya sentripetal (N)
m = massa benda (kg)
a = percepatan sentripetal (m/s*)
v = kelajuan benda (m/s)
r = jari-jari putaran (m)

3. Benda Terhubung
 
Aplikasi hukum Newton yang kompleks dapat Anda temukan pada dua benda atau lebih yang terhubung dan bergerak bersama. Salah satunya ditarik oleh gaya dan benda lainnya tertarik juga melalui tali yang menghubungkannya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aplikasi Hukum Newton"

Post a Comment