Semua manusia hidup di lingkungan keluarga dan bermasyarakat secara normal, yang selalu saling membutuhkan dan berhubungan dengan orang lain, misalnya anak yang hidup di lingkungan keluarga, akan selalu berhubungan dengan orangtua atau saudaranya. Demikian pula dengan kehidupan bermasyarakat, seseorang tidak dapat hidup sendirian dan akan selalu membutuhkan orang lain. Hubungan antarmanusia tersebut dapat disebut dengan interaksi sosial. Dengan demikian, apa yang disebut interaksi sosial itu?
Interaksi sosial adalah proses saling mempengaruhi dalam hubungan timbal balik antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok (misalnya guru dengan siswa-siswanya) dan antara kelompok dengan kelompok (misalnya antara kelompok 1 dengan kelompok 2 pada saat forum diskusi).
Interaksi sosial antarmanusia dapat terlihat dalam aktivitas manusia di dalam masyarakat. Semua aktivitas manusia tersebut, secara langsung maupun tidak langsung, akan membutuhkan waktu untuk membentuk suatu perilaku yang dapat diterima semua pihak. Serangkaian aktivitas manusia ini disebut sebagai proses sosial.
Proses itu sendiri memiliki arti sebagai tahapan-tahapan dalam suatu peristiwa untuk membentuk jalannya rangkaian kerja, sedangkan sosial artinya segala sesuatu mengenai masyarakat yang peduli terhadap kepentingan umum. Dengan demikian, proses sosial dapat diartikan sebaai tahapan-tahapan dalam suatu peristiwa untuk membentuk manusia bermasyarakat yang memperhatikan segi kehidupan bersama.
Selo Soermardjan (1987) menjelaskan bahwa proses sosial (kemasyarakatan) dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara manusia (individu) dengan berbagi segi kehidupan bersama.
Individu dalam hal ini merupakan konsep sosiologi yang tidak diartikan sama dengan konsep sosial yang kita gunakan sehari-hari. Dalam bahasa sehari-hari, konsep individu menunjuk pada pribadi tertentu, misalnya si Stua adalah seorang individu. Dengan demikian, terdapat suatu perbedaan konsep "individu" antara penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dengan konsep sosiologi.
Pengertian konsep individu dalam penggunaan bahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari antara lain menujuk pada pribadi seseorang, sedangkan sebagai konsep sosiologi, individu mempunyai arti yang agak berlainan sedikit, yaitu menunjuk pada subjek yang melakukan sesuatu, subjek yang mempunyai pikiran, subjek yang mempunyai kehendak, subjek yang mempunyai kebebasan, subjek yang memberi arti pada sesuatu dan yang mampu menilai tindakan dan hasil tindakannya itu sendiri.
Konsep subjek dengan konsep objek sangat berbeda konteksnya. Jika kita mengkaji konsep subjek tentu menunjuk pada semua keadaan yang berhubungan dengan kehidupan internal manusia yang memiliki kemampuan berpikir, beperasaan, berinovasi, berefleksi, dan berkemampuan mengevaluasi.
Sedangkan konsep objek yang dikaji pada umumnya menunjuk pada dunia eksternal atau objek di luar individu. Objek ini dapat kita lihat pada benda-benda yang diartikan dalam ilmu-ilmu alam yang tidak memiliki kemampuan seperti yang dimiliki oleh manusia, misalnya sungai, danau, pantai, dan semua benda alam pada umumnya. Dengan demikian, antara subjek dengan objek saling berkaitan erat, meskipun antarkeduanya memiliki peran yang berbeda.
Selanjutnya, Soerjono Soekanto (2003) menjelaskan pengertian proses sosial, yaitu cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada. Soerjono lebih lanjut menjelaskan bahwa proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara pebagai segi kehidupan bersama seperti pengaruh-pengaruh antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dan hukum.
Proses sosial dalam sosiologi mempeljari sistem kehidupan individu dalam hubungannya dengan sesam yang senantiasa terjadi interaksi dan faktor dasar terjadinya proses interaksi sosial tersebut menunjuk pada suatu sistem interaksi. Agar lebih memahami proses sosial, makan konsep interaksi yang dimaksud cukup diartikan sebagai tindakan (action), yang terjadi pada interaksi minimal antara dua orang yang dapat saling mempengaruhi perilakunya. Orang yang sedang bercakap-cakap misalnya, memerlukan interaksi yang paling jelas, saling memberikan reaksi atas sesuatu yang dikatakan lawan bicara untuk memahami arah pembicaraan yang sedang dilakukan.

0 Response to "Interaksi Sebagai Proses Sosial"
Post a Comment