Pengukuran


Cobalah kamu bandingkan jengkalmu dengan jengkal temanmu. Apakah sama panjang? Jengkal setiap orang tidak sama, ada yang panjang dan ada yang lebih pendek. Kamu dapat mengukur panjang jengkalmu sendiri dengan mistar. Setelah itu kamu mengukur panjang benda, misalnya meja, dengan menggunakan jengkalmu. Apakah hasil pengukuran menggunakan jengkalmu sama dengan hasil pengukuran dengan mistar?

A. Pengertian Pengukuran          Pada pembahasan sebelumnya, kamu sudah mempelajari bahwa pengukuran selalu berhubungan dengan besaran dan satuan. Sebagai contoh, saat mengukur panjang buku dengan pensil, ini berarti membandingkan panjang buku dengan panjang pensil. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa mengukur adalah membandingkan besaran yang diukur dengan sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
B. Alat Ukur
         Agar hasil pengukuran yang dilakukan dianggap sebagai satuan standar, maka alat ukur harus memperhatikan syarat-syarat, antara lain:
1. tidak berubah (tetap) dalam keadaan apapun.
2. dapat digunakan secara internasional.
3. mudah diproduksi (mudah ditiru).
         Beberapa alat ukur yang digunakan sebagai satuan standar antara lain sebagai berikut.

1. Alat Ukur PanjangStandar ukuran panjang adalah meter. Standar panjang internasional yang pertama adalah sebuah batang yang terbuat dari campuran platina-iridium, yang disebut meter standar.
            Meter standar ini disimpan di kota Sevres, di dekat Paris. Satu meter didefinisikan sama dengan jarak antara dua goresan pada meter standar pada suhu 0* C (Celcius).
           Dalam perkembangannnya, meter standar tidak mudah ditiru dan sudah tidak memadai lagi dalam perkembangan teknologi modern. Oleh karena itu, standar meter diperbarui.
            Pada tahun 1960, satu meter didefinisikan sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom krypton-86 di dalam ruang hampa pada peristiwa lucutan listrik.
         Pada tahun 1983, definisi tersebut diperbaruilagi. Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 1/299.792.458 sekon.
        Kamu akan mempelajari tiga macam alat ukur panjang, yaitu mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup.

1) Mistar Metrik (Penggaris)
    Mistar metrik yang sering kamu gunakan adalah mistar yang panjganya 10 cm atau 30 cm. Mistar ini biasanya memiliki dua skala, yaitu cm dan mm.
     Jarak antara dua garis tebal yang berdekatan dan diberi angka, memiliki nilai sama dengan satu sentimeter (cm). Setiap satu sentimeter dibagi menjadi sepuluh garis tipis yang tidak diberi angka, disebut milimeter. Jarak antara dua garis tipis memiliki nilai satu milimeter (mm). Oleh karena itu mistar metrik memiliki ketelitian sampai 1 mm atau 0,1 cm.

2) Stik Meter Metrik
     Stik meter metrik memiliki panjang satu meter. Stik meter metrik memiliki tiga skala, yaitu sentimeter (m), desimeter (dm) dan milimeter (mm). Stik meter metrik memiliki ketelitian 0,1 cm atau 1 mm.
      Selain meter metrik dan stik meter, ada alat ukur panjang yang modelnya lain, yaitu meter gulung. Alat ukur ini digunakan oleh tukang kain untuk mengukur panjang kain, juga oleh tukang jahit untuk mengukur badan. Ada pula meter gulung yang memiliki semaca wadah. Alat ukur ini sering digunakan untuk mengukur panjang benda, misalnya panjang kayu, panjang tanah, tinggi pagar, dan sebagainya.

b. Jangka Sorong
    Alat ukur yang lebih teliti dari pada mistar adalah jangka sorong. Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam dan diameter luar dari cincin, tabung, atau pipa. Jangka sorong memiliki dua skala, yaitu skala utama dan skala nonious atau vernier.
      Jangka sorong memiliki bagian-bagian penting sebagai berikut.
1) Bagian tetap yang berskala panjang (rahang tetap)
2) Bagian yang dapat digeser-geser (rahang sorong). Pada rahang inilah terdapat skala nonius. Setiap skala pada skala nonius panjanganya 0,9 mm.

Cara Pembacaan Jangka Sorong
Bagaimana cara menggunakan jangka sorong untuk mengukur panjang benda?
        Pengukuran dilakukan dengan menggeser-geser rahang sorong. Setelah memperoleh posisi yang sesuai, kemudian amati angka pada skala utama yang berdekatan dengan angka nol (0) dari skala nonius. Kemudian perhatikan garis pada skala nonius yang berimpit dengan salah satu garis pada skala utama. Untuk mempermudah mempelajari cara pengukuran dengan jangka sorong.

c. Mikrometer Sekrup
       Alat ukur panjang yang paling teliti adalah mikrometer sekrup. Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda-benda yang sangat pendek, misalnya ketebalan kertas, ketebalan lempeng alumunium, atau diameter kawat. Mikrometer sekrup memiliki ketelitian sampai 0,01 mm.
      
Cara mengukur ketebalan alumunium dengan mikrometer skrup adalah sebagai berikut.
1) Baca skala utama yang terdekat dengan tepi selubung luar. Dalam pengukuran adalah 2,5 mm lebih
2) Perhatikan garis yang berimpit antara garis mendatar pada skala utama dengan garis skala pada selubung luar. Pada pengukuran tersebut adalah garis ke-38
      Jadi dari 1 dan 2 dapat diperoleh bacaan mikrometer skrup = 2,5 mm + 0,38 = 2,88 mm, maka panjang (ketebalan) alumunium tersebut adalah 2,88 mm

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengukuran"

Post a Comment