Masa Mengenal Sistem Kepercayaan


Sejak zaman purba, setiap manusia sesungguhnya telah menyadari keterbatasan dirinya dalam menghadapi beberapa peristiwa kehidupan yang terjadi di luar kemampuannya. Beberapa peristiwa dalam kehidupan, seperti kebahagiaan, kelahiran, kematian, sakit, bermimpi, bencana alam, dan kejahatan yang menimpa manusia menjadikan manusia itu sendiri menjadi sadar akan adanya kekuatan di luar dirinya.
             Sistem kepercayaan yang paling tua dan berkembang sejak zaman praaksara atau prasejarah antara lain animisme, dinamisme, totemisme, dan shamanisme.

a.Animisme       Animisme adalah paham kepercayaan terhadap roh (jiwa) nenek moyang yang telah meninggal dan masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia. Kepercayaan ini tidak sebatas pada jiwa manusia saja, tetapi juga pada roh di luar manusia yang dapat berbuat baik dan berbuat jahat.

b. Dinamisme
        
Dinanisme adalah paham kepercayaan terhadap kekuatan alam dan benda-benda yang dipercaya memiliki kekuatan gaib, misalnya, batu atau pohon yang besar, gunung, laut, gua, keris, azimat, dan patung.

c. Totemisme       Totemisme adalah paham kepercayaan yang menganggap suci atau memiliki kekuatan supranatural terhadap binatang tertentu, misalnya harimau, sapi, ular, dan kucing.

d. Shamanisme         Shamanisme adalah paham pemujaan terhadap pelaksana upacara ritual, misalnya terhadap dukun atau pemimpin upacara ritual.

      Manusia purba dalam upaya melaksanakan upacara ritual membutuhkan sarana, yakni dengan membuat suatu bangunan dari batu yang dipahat dengan ukuran besar. Pada masa kebudayaan megalithik, manusia purba membuat beberapa bentuk bangunan dari batu yang mempunyai ukuran besar antara lain sebagai berikut.

a. Menhir          Menhir adalah bangungan berupa tiang atau tugu batu yang berfungsi sebagai tanda peringatan dan melambangkan kehormatan terhadap arwah nenek moyang.

b. Dolmen          Dolmen adalah bangunan berupa meja batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan sesaji dalam pemujaan terhadap roh nenek moyang.

c. Peti kubur batu         Peti kubur batu adalah bangunan berupa lempengan batu besar yang disusun sedemikian rupa membentuk kotak persegi panjang yang berfungsi sebagai peti jenazah.

d. Sarkofagus       Sarkofagus adalah bangunan batu besar yang dipahat menyerupai mangkuk, yakni terdiri atas dua keping yang ditangkupkan menjadi sepasang (satu sisi untuk bagian bawah dan sisi lain sebagai penutupnya).

e. Patung nenek moyang         Patung nenek moyang adalah bangunan berupa patung atau arca bagian kepala yang melambangkan nenek moyang.

f. Punden berundak
       Punden berundak adalah bangunan berupa susunan batu berjenjang atau bertingkat yang menyerupai bangunan candi.

g. Waruga        Waruga adalah bangunan berupa peti kubur batu berukuran kecil, berbentuk kubus, dan memilki tutup dari lempengan batu yang lebar. 
 

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Masa Mengenal Sistem Kepercayaan"